News Update
Loading...

Selasa, 19 Januari 2021

Koperasi Bodong di Karawang Segera di Tertibkan !

Koperasi di Kabupaten Karawang jumlahnya mencapai 1.595 unit. Namun, yang aktif tercatat sekitar 581. Parahnya, dari total jumlah itu, hanya 200 koperasi saja yang aktif melaporkan kesehatan pertanggungjawabannya melalui Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke meja Dinas Koperasi dan UKM Karawang. 

Mengantisipasi rendahnya kesadaran berkoperasi dan alur koordinasi, Kepala Dinas Koperasi dan UKM berencana melakukan penertiban dan pembubaran Koperasi bodong dan tidak aktif di sepanjang tahun 2021 ini. 

"Jumlahnya sih 1.595, tapi koperasi yang melaporkan pertanggungjawaban dan sehat melalui RAT hanya 200 koperasi saja, nah selebihnya kemana? Kalau seandainya tidak aktif dan persyaratan tak memenuhi kelayakan sebagai koperasi, kita akan tertibkan bahkan siap kita bubarkan, "kata Ade Sudiana, Selasa (19/1).

Koperasi itu sebutnya, dikatakan berjalan dan sehat selama pertanggungjawabannya rapi dan rutin dilaporkan kepada semua anggota koperasi setiap tahun oleh pengurus. Berapa asetnya jelas, transparan berapa Sisa Hasil Usaha (SHU) dan minus piutang. Jika tidak demikian, berarti bukan koperasi, apalagi kalau sampai macet tanpa berkoordinasi dengan Dinas dan anggotanya, ini fatal dan mengancam kebangkrutan. Jika demikian, pihaknya akan sortir lagi, khawatir banyak koperasi berdiri tapi tak tertib administrasi, harus dibina dan ditertibkan pihaknya. " Selain legalitas dengan akta, proses perjalanan kopersi harus sesuai. Tahun ini kita akan chek, " Ujarnya.
Foto : Ilustrasi Koperasi Bodong

Tahun sebelumnya, sebut Ade, pihaknya baru bisa bubarkan 2 koperasi, dan ditahun ini, jika banyak yang tidak RAT dan tidak jalan yang jadi wewenang Dinas, maka penertiban itu akan di pertegas. "Tentu saja penertiban juga ada prosesnya, lewat pembinaan, pergantian kepengurusan misalnya. Tapi kalau sampai kolaps, ini kita evaluasi, " Ujarnya. **Red

Kadis Koperasi dan UKM Sebut BPUM Berlanjut di 2021 Adalah Isu

Masyarakat pelaku usaha kecil dan mikro menengan diminta tidak begitu saja percaya adanya pengumuman program Bansos BPUM berlanjut di tahun 2021. Sebab, keberlanjutan yang dimaksud adalah proses pencairannya bagi pendaftar ditahun sebelumnya yang di jadwal sampai 31 Januari 2021.

Ade Sudiana Kadis Koperasi & UMKM Karawang

Dikatakan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Karawang Ade Sudiana, informasi bahwa program BPUM Rp2,4 juta bagi pelaku usaha kembali di buka dan siap cair ditahun 2021 adalah hoax. Sebab, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kementrian Koperasi dan UKM secara virtual bahwa yang di maksud berlanjut itu adalah proses pencairan dari registrasi di tahun sebelumnya, yaitu sampai 31 Januari 2021. "Jadi yang berlanjut itu proses pencariannya, bukan program BPUM nya, sebab untuk kelanjutan programnya sejauh ini belum ada kejelasan, " Kata Ade di ruang kerjanya, Selasa (19/1).

Diakui Ade, pendaftar di Karawang yang masuk sebagai pelaku usaha mikro kecil menengah itu mencapai 163.439 pelaku usaha, adapun berapa yang realisasi ia tidak tahu menahu, karena pihaknya sebatas koordinasi dengan pihak BRI saja kaitan kekurangan berkas ajuan dan kesalahan huruf/nama misalnya. Jumlah yang banyak itu, mendaftar sejak Agustus - September di gelombang pertama dan Oktober - Desember di gelombang kedua. "Di pusat saja, kuota se-Indonesia hanya 12 Juta pelaku usaha UMKM, tetapi yang mengajukan tembus 28 juta. Rasionalisasinya, banyak yang tidak realisasi termasuk juga di Karawang, " Katanya.(rd)

Jumat, 11 Desember 2020

Angkat Beras Cilamaya, Pesantren Hidayatul Falah Juara "Opop" Jawa Barat

Pondok Pesantren Hidayatul Falah di Desa Rawagempol Kulon Kecamatan Cilamaya Wetan, lolos seleksi dalam kegiatan One Pesantren One Product (OPOP) di Jawa Barat. Dari 5 pesantren di Karawang yang mewakilkan pada kegiatan tersebut, pesantren Pimpinan KH Jihad Azuhaeri yang mendelegasikan perwakilannya pada Suharto Al Amin tersebut, menjadi satu-satunya yang lolos di tingkat wilayah tahap 3 di Purwakarta, Subang, Karawang dan Bekasi lewat produk beras khas Cilamaya.

Kepada pelitakarawang.com, Soeharto Al Amin mengatakan, PP Hidayatul Falah dengan menampilkan usaha pontren produk Beras Cilamaya, berhasil lolos disetiap tahapan seleksi Opop. Pertama, Tahap pendaftaran online di web OPOP Jabar 2020, kemudian lolos verifikasi, kemudian masuk ke tahap audusi 1 di Hotel Brits dan Lolos dan jadi syarat ikut pelatihan dan magang. Baru kemudian, pihaknya ikut pelatihan dan magang di Ponpes Al Ittifaq Ciwedey Bandung selama 5 hari, di sini sebut Soeharto ia kembali lolos dan dapat uang pembinaan Rp35 Juta dipotong pajak hingga kemudian mengikuti lagi audisi 2 dan dinyatakan lolos. "Setelah dinyatakan lolos, maka Visitasi dan kunjungan lapangan serta cek laporan uang Rp35 Juta untuk apa saja di tinjau langsung ke Cilamaya, mulai monitoring cek usaha, cek keterlibatan santri, cek kegiatan pesantren, cek usaha pesantren, cek masyarakat sekitar pesantren, sampai akhirnya kembali dinyatakan lolos sebagai syarat ikut audisi tahap 3, " Katanya, Jumat (11/12)


Di karawang sendiri, sebut Soeharto, yag lolos sebenarnya ada 5 pesantren, yaitu Al ahliyah Cikampek, Asshiddiqiyah Cilamaya, Miftahul Khoirot Cilamaya kulon, dan Pesantren Ustad Asep di Johar. Namun, di wilayah Subang, Purwakarta, Bekasi dan Karawang, hanya pesantren Hidayatul falah saja yang jadi juara 1. Wal hasil, ditingkat Jawa Barat, sebutnya, bukan hanya lolos, tetapi juga masuk barisan juara dan diberikan penghargaan Rp400 juta. Rencananya, sebut Suharto, uang bantuan ini, akan di dibuatkan Kantor Kopontren dan mobil angkutan beras dengan branding beras cilamaya opop Jabar. "Saya berharap, Dinas koperasi dan ukm dan dinas pangan, agar membantu mempercepat proses sertifikat halal dan ijin edar kementan, " Katanya. (Rd)

Kamis, 26 November 2020

Ratusan Koperasi di Karawang Terancam Gulung Tikar

Koperasi di Karawang terancam gulung tikar akibat pandemi Covid-19 yang berkepanjangan selama beberapa bulan ini. Sebanyak 100 koperasi dari berbagai jenis usaha dan tergabung di Dewan Koperasi Daerah meminta Pemkab Karawang segera membantu keberlangsungan koperasi.

Pemkab Karawang bersama Dewan Koperasi Daerah (Dekopinda) tengah mencari solusi untuk membangkitkan lagi kehidupan koperasi yang semakin lesu di tengah Pandemi saat ini. Sebab koperasi seperti berada di ujung tanduk akibat perekonomian yang terpukul karena covid-19 yang sudah terjadi beberapa bulan.

"Kami sudah melaporkan permasalahan koperasi yang terkena dampak Covid-19 ke Pemkab Karawang agar bisa dicarikan solusinya. Nantinya Pemkab Karawang melalui Dinas Koperasi bersama Dekopinda akan menginventarisasi setiap persoalan yang terjadi kemudian dicarikan solusinya," kata Ketua Dekopinda Kabupaten Karawang, Warman baru-baru ini.

Menurut Warman, koperasi di Kabupaten karawang pernah mengalami permasalahan yang sama ketika terjadi krisis pada tahun 1998 lalu. Namun saat itu, hanya koperasi besar yang terkena dampak, sedangkan sektor UMKM masih dapat berjalan seperti biasa.

Bahkan sektor UMKM saat itu, kata dia, tetap bisa memberikan kontribusi dalam perekonomian nasional saat terjadi krisis. Namun kondisi berbeda dengan yang terjadi saat pandemi Covid-19 sekarang ini. Diakuinya seluruh koperasi di Karawang ikut terdampak dan terancam gulung tikar.

"Jadi Covid-19 ini sudah berdampak bagi seluruh jenis koperasi yang ada di Karawang. Makanya kami meminta pemerintah segera mencari solusi agar koperasi Karawang dapat bangkit lagi,” ujarnya.

Warman mengatakan, salah satu usaha koperasi yang terdampak yaitu koperasi simpan pinjam. Kebanyakan anggota koperasi simpan pinjam mengalami gagal bayar hingga putaran uang tidak dapat berjalan.

"Koperasi yang bergerak dalam simpan pinjam mengeluh karena anggotanya gagal bayar atas hutang yang diberikan koperasi. Mereka kesulitan melakukan putaran uang karena piutangnya tidak lancar pembayarannya," tuturnya.

Ia mengatakan, Pemkab sudah merespons positif laporan yang disampaikan Dekopinda. Rencananya juga akan ada pemberian bantuan agar koperasi kita bisa bergairah kembali. Ia berharap rencana bisa dibahas serius dan direalisasikan sehingga menjadi angin segar bagi koperasi.

Sementara itu Dinas Koperasi dan Usaha kecil Menengah (UKM) bekerja sama dengan BKPSDM Karawang juga menggelar Pelatihan Pengelolaan Koperasi dan UKM bagi Aparatur Sipil Negara Tingkat Kecamatan di Kabupaten Karawang bertempat di Gedung Diklat beberapa waktu lalu.

“Kegiatan ini sangat penting dan strategis, sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sumberdaya manusia, khususnya dikalangan ASN Kecamatan, agar memiliki pengetahuan pengelolaan bisnis sesuai dengan praktik yang sehat," kata Pjs Bupati Karawang, Yerry Yanuar.

Menurut Yerry, pemda sebagai fasilitator dan regulator, akan terus berupaya mendorong UKM dan Koperasi agar mampu berperan aktif. Sehingga bisa terus mendukung dalam membangun perekonomian.

“Jika UKM dan Koperasi dapat dijalankan dengan baik, maka akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan kemajuan daerah," ujarnya.

Ia pun meminta peserta bisa memanfaatkan pelatihan tersebut dengan sebaik-baiknya. Apalagi ASN sebagai bagian dari pemerintah yang melayani masyarakat. Sehingga ke depannya bisa membantu pengembangan usaha dan koperasi yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.***

Selasa, 24 November 2020

Pemkab Karawang Memgadakan Pelatihan Pengelolaan Koperasi dan UKM Untuk ASN Tingkat Kecamatan

Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Karawang melalui Dinas Koperasi dan Usaha kecil Menengah (UKM) bekerjasama dengan BKPSDM Karawang menggelar Pelatihan Pengelolaan Koperasi dan UKM bagi ASN/ PNS tingkat Kecamatan di Kabupaten Karawang bertempat di Gedung Diklat, Selasa (24/11/2020) pagi.
Pjs Bupati Karawang


Pjs Bupati Karawang, Dr. Ir. H. Yerry Yanuar, MM., mengapresiasi atas penyelenggaran kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini sangat penting dan strategis, sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sumberdaya manusia, khususnya dikalangan ASN Kecamatan, agar memiliki pengetahuan pengelolaan bisnis sesuai dengan praktik yang sehat,” kata Pjs dalam sambutanya.

Asep Aang

Menurut Pjs, Pemda sebagai fasilitator dan regulator, akan terus berupaya mendorong UMK dan Koperasi agar mampu berperan aktif dalam membangun perekonomian.

“Jika UKM dan Koperasi dapat dijalankan dengan baik, maka akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan kemajuan daerah,” tegasnya.

Pjs meminta para peserta agar memanfaatkan pelatihan itu dengan baik, agar ke depan dapat membantu pengembangan usaha guna meningkatkan kesejahteraan hidup dan masyarakat.
Ade Sudiana

Turut hadir dalam pembukaan pelatihan ini Kepala BKPSDM Karawang, H. Asep Aang Rahmatullah, Kepala Dinkop dan UKM Drs. H. Ade Sudiana***
© Copyright 2019 Kabar Karawang | All Right Reserved
CLOSE ADS
CLOSE ADS