News Update
Loading...

Minggu, 17 Januari 2021

Kapolda Metro Jaya Dapat Tantangan Berat, Tersangkakan Ahok dan Raffi Ahmad Cs

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran mendapat tantangan untuk menersangkakan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Raffi Ahmad terkait kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan.

Seperti diketahui, penyidik Polda Metro Jaya menolak laporan Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (Paket IB) terhadap Raffi Ahmad, Ahok, dan beberapa pihak lainnya.

Laporan ditolak lantaran kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan tersebut sedang ditangani oleh Polres Metro Jakarta Selatan.

Ahok

Ketua Pekat IB, Lisman Hasibuan mengaku pihaknya sudah menyurati Kapolda Metro Jaya setelah laporan ditolak. Isinya yakni mendesak agar pihak-pihak yang hadir dalam pesta tersebut ditetapkan sebagai tersangka.

“Kita minta Raffi Ahmad dan Ahok dan kawan-kawan ditersangkakan dan segera dipanggil. ini sudah ada tanda terimanya kepada Pak Kapolda Metro Jaya, isinya adalah meminta Rafii Ahmad dan kawan-kawan ditersangkakan,” kata Lisman, Sabtu 16 Januari 2021.

Menurutnya, aoa yang dilakukan Raffi bersama orang-orang lainnya telah meresahkan. Terlebih Raffi pada hari yang sama disuntik vaksin Covid-19 bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Ini sifatnya sudah membuat kegaduhan publik, yang kedua ini dia publik figur,” imbuhnya.

Sebagai seorang publik figur, ia mengatakan, Raffi dan yang lainnya seharusnya memberikan contoh yang baik. Apalagi saat ini kondisi Covid-19 terus mengalami peningkatan.

“Kita tinggal tunggu besok, Kapolda Metro Jaya terkait dengan sikap beliau yang terus berperang sama Covid, kita harus tegas, sankai harus tegas,” jelas Lisman.

Sebelumnya, Raffi Ahmad akhirnya angkat bicara setelah menjadi sorotan netizen di media sosial akibat foto-fotonya sedang berpesta tersebar di media sosial usai menerima vaksin Covid-19 pada siang harinya.

Raffi meminta maaf karena dinilai tidak memerhatikan protokol kesehatan seperti tidak menggunakan masker dan menjaga jarak aman.

Permintaan maaf Raffi Ahmad ditujukan kepada Presiden Joko Widodo, semua staf kepresidenan dan masyarakat luas.

“Saya minta maaf yang sebesar-besarnya kepada Presiden Jokowi, kepada seluruh staf yang ada di Sekretariat Presiden. Minta maaf kepada masyarakat Indonesia atas peristiwa tadi malam,” kata Raffi Ahmad mengawali klarifikasinya dalam postingan video di akun Instagram-nya.***

Sabtu, 16 Januari 2021

Anies Terbitkan Aturan Soal Masker Kain di DKI Jakarta, Ini Ketentuan dan Sanksi buat Pelanggar

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan baru-baru ini menerbitkan aturan standarisasi masker berbahan kain.

Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 3 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Covid-19.

Pada Sabtu (16/1/2021), akun Twitter resmi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali mengingatkan masker standar yang aman untuk digunakan.

Masker jadi salah satu cara mencegah penularan COVID-19 yang efektif. Tapi harus memakai masker standar yang aman digunakan.

Tetap di rumah kecuali ada kebutuhan yang mendesak dan esensial, ya! #jagajakarta #jakartatanggapcorona #hadapibersama #pakaimasker #gerakanpakaimasker pic.twitter.com/94JJPggk9q

— Pemprov DKI Jakarta (@DKIJakarta) January 16, 2021

Lewat unggahan infografis, Pemprov DKI memaparkan aturan soal masker kain yang dianggap layak untuk dipakai masyarakat.

Seperti tertuang pada Pasal 3 ayat 3, aturan-aturannya sebagai berikut:

1. Masker kain harus berbahan katun dengan lapisan paling sedikit dua lapis.

2. Masker kain dilengkapi tali elastis sehingga pas digunakan di wajah (tidak kendur).

3. Kedua sisi masker kain harus berbeda warna untuk membedakan sisi dalam dan sisi luar.

Anis Baswedan

4. Masker kain mudah dibersihkan.

5. Masker kain tidak berubah warna dan ukuran ketika dicuci.

6. Masker kain dapat menutup area hidung, mulut, dan bawah dagu saat digunakan.

Selain ketentuan, aturan Anies soal masker kain juga mencakup hukuman untuk pelanggar.

Yang dikategorikan pelanggar adalah mereka yang menggunakan masker tidak sesuai standarisasi, dan tidak memakai masker saat berada di luar rumah, tempat kerja, atau tempat aktivitas lainnya.

Bila demikian, ada dua sanksi yang bisa dikenakan kepada pelanggaran, menurut aturan Anies.

Sanksi pertama adalah kerja sosial membersihkan fasilitas-fasilitas umum.

Sanksi lainnya berupa denda administratif dengan besaran maksimal Rp 250.000.

Masker bedah

Pada Pasal 3 ayat 1, tipe masker selain berbahan kain yang diperbolehkan dipakai masyarakat adalah masker bedah.

Tertulis pada Pasal 3 ayat 2, masker bedah yang sesuai standar memiliki tiga kriteria, yakni:

1. Efisiensi penyaringan bakteri dengan nilai lebih besar atau sama dengan 98.

2. Efisiensi penyaringan partikel dengan nilai lebih besar atau sama dengan 98.

3. Resistensi terhadap cairan minimal 120 mmHg.

Kamis, 31 Desember 2020

Malam Tahun Baru 2021 Jangan Keluyuran, Ada Razia Polisi dan TNI

Menjelang malam pergantian tahun baru 2021, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggandeng jajaran Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya untuk menggelar patroli di sejumlah lokasi wisata dan hiburan.

Monas

Tujuan patroli di malam pergantian tahun baru itu adalah mencegah kerumunan yang dikhawatirkan berpotensi jadi klaster penularan Covid-19.

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo menyatakan bahwa akan ada patroli berskala besar di sejumlah kawasan seperti Ancol, Kota Tua, TMII, Kemang, Pasar Baru, dan Kelapa Gading.

Sebenarnya, larangan adanya kerumuman sudah ditetapkan oleh pemerintah daerah. Namun, pihak Polri bekerja sama dengan TNI dan instansi keamanan Pemprov DKI Jakarta bakal menindak tegas para pelanggar.

Sambodo menegaskan akan membubarkan masyarakat yang berkerumun dan melakukan rapid test.

Kepada seluruh warga Jakarta, Sambodo meminta supaya aturan yang telah ditetapkan pemerintah daerah selalu dipatuhi.

"Kami imbau ke seluruh warga Jakarta agar rayakan pergantian tahun 2020 ke 2021 di rumah saja, tidak berkonvoi, tidak rayakan pergantian tahun di jalan karena kita sedang pandemi Covid-19," tuturnya.***

Senin, 28 Desember 2020

Diberlakukan Contraflow di Tol Jakarta-Cikampek

Jasa Marga (Persero) Tbk. melalui Jasamarga Transjawa Tollroad Regional Division memberlakukan rekayasa lalu lintas contraflow dalam rangka mengurai kepadatan arus balik di Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) menuju arah Jakarta.

"Untuk mengurai kepadatan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) arah Jakarta, Jasa Marga atas diskresi Kepolisian memberlakukan rekayasa lalu lintas contraflow dari KM 53 sampai dengan KM 47 arah Jakarta sejak pukul 17.55 WIB," ujar General Manager Representative Office 1 Jasamarga Transjawa Tollroad Regional Division, Widiyatmiko Nursejati di Jakarta pada Minggu (27/12/2020).

Diberlakukan Contraflow

Menurut dia, dengan diberlakukannya contraflow maka diharapkan dapat mencairkan kepadatan yang terjadi di Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

"Jasa Marga mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar memastikan kendaraan dalam keadaan prima, saldo uang elektronik cukup, mengisi bahan bakar sebelum memulai perjalanan serta membawa bekal untuk menghindari kerumunan atau kepadatan di rest area," katanya.

Jasa Marga juga mengimbau untuk selalu berhati-hati dalam berkendara, patuhi rambu-rambu dan ikuti arahan petugas di lapangan.

Sebelumnya Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru memprediksi akan terjadi peningkatan volume kendaraan kumulatif dari gerbang tol barrier atau utama yang akan kembali menuju Jakarta pada Minggu (27/12) mencapai 178.887 kendaraan, meningkat 13,82 persen dari lalin normal.

Ia juga memprediksi mayoritas sebanyak 57.404 kendaraan akan melintasi Gerbang Tol Cikampek Utama arah Jakarta, meningkat 35 persen dari lalin normal.

Jasa Marga mengimbau kepada pengguna jalan tol agar dapat mengantisipasi waktu perjalanan. Hindari kembali ke Jakarta pada waktu puncak 27 Desember 2020 demi perjalanan yang lebih nyaman.***tds

Minggu, 27 Desember 2020

Pengumuman! Klaster Keluarga Menggila, Warga DKI Jakarta Mesti Pakai Masker di Dalam Rumah

Kasus penularan Covid-19 di Jakarta kini didominasi klaster keluarga. Karena itu, warga diminta mematuhi protokol kesehatan (prokes), termasuk di dalam rumah.

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta warganya tak menganggap remeh potensi penyebaran Covid-19 dari lingkungan terdekat atau keluarga. “Kasus klaster keluarga mengalahkan klaster perkantoran,” ungkap Riza kepada wartawan, kemarin.

Dia meminta warga mematuhi prokes. Termasuk di dalam rumah dengan memakai masker, rutin mencuci tangan dan juga men­jaga jarak fisik.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemprov DKI Jakarta mencatat, 7-13 Desember 2020, klaster keluarga menyumbang penambahan 3.821 kasus di Jakarta. Sementara, 313 kasus berasal dari klaster perkantoran. “Selama liburan ini, jangan saling berkunjung. Tetapi di rumah, lindungi keluarga,” tegasnya.

Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengakui, saat ini kasus tertinggi ditempati oleh klaster keluarga. Menurutnya, saat awal pandemi, klaster rumah ibadah tinggi sekali. Bahkan, tak sedikit pemuka agama yang meninggal dunia karena Covid-19.

Penularan lantas bergeser ke perkantoran dan sekarang menjadi klaster keluarga. “Tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan menjadi pemicu maraknya klaster keluarga,” ujar Doni melalui video akun YouTube BNPB Indonesia, Kamis (24/12).

Sebagai informasi, Kasus positif Covid-19 di Jakarta terus mengalami peningkatan. Jumat (25/12), kasus positif di Ibu Kota menyentuh angka 2.096. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes DKI Jakarta Dwi Oktavia mengatakan, angka ini merupakan penambahan kasus harian tertinggi sepanjang pandemi Covid-19 melanda wilayah Jakarta.

Sebanyak 1.594 kasus merupakan akumulasi dari diagnosis baru. Sisanya, kasus dari dua laboratorium swasta yang baru dilaporkan. Angka kumulatif kasus Covid-19 di Jakarta sudah mencapai 171.871 kasus.

Dari jumlah tersebut, 154.242 orang di antaranya dilaporkan telah sembuh dengan tingkat kesembuhan 90 persen. Sementara itu, jumlah orang yang dinyatakan meninggal dunia 3.167 orang dengan tingkat kematian 1,9 persen.

Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta kini meningkat 324 kasus. Sehingga saat ini ada 14.462 pasien yang masih dirawat atau menjalani isolasi mandiri.

Perawat yang Berhubungan Intim dengan Pasien Covid-19 di Swab Test, Kodam Jaya Ungkap Hasilnya

Kodam Jaya bertindak cepat menangani kasus viral dugaan mesum yang melibatkan tenaga medis di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat dengan pasien positif Covid-19.

Tenaga medis atau nakes yang terlibat langsung dilakukan pemeriksaan dan juga tes usap atau tes swab guna mengetahui apakah ia terpapar Covid-19.


Foto Ilustrasi

Hasilnya, pasien positif Covid-19 dan tenaga medis negatif.

Hasil swab ini seperti yang dijelaskan Kepala Penerangan Kodam Jaya Letnan Kolonel Arh Herwin BS.

"Kita langsung pemeriksaan keduanya. Dilakukan juga swab baik untuk perawat juga pasien. Hasilnya si pasien positif dan perawat negatif," ungkap Herwin,berita dikutip dari Pikiran-Rakyat.com, Minggu 27 Desember 2020.

Meski begitu, Herwin mengatakan perawat tersebut selanjutnya harus menjalani isolasi mandiri.

Ini dilakukan karena oknum perawat telah melakukan kontak fisik dengan pasien Covid-19.

Sementara kasus perawat yang melakukan hubungan dengan pasien positif Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran diungkapkan Herwin telah dilimpahkan ke Polres Jakarta Pusat untuk ditindaklanjuti.

"Tadi malam kita sudah adakan pertemuan dipimpin Kasdam, selaku panglima di Wisma Atlet dengan tenaga medis dan lainnya. Kita kumpulkan semua, berikan semangat agar tidak kendor kedepannya. Dan kasus ini tadi malam jam 10 sudah kita limpahkan ke Polres Jakarta Pusat untuk ditindaklanjuti," katanya.

Herwin menambahkan, pihaknya menyayangkan perbuatan keduanya apalagi salah satu dari pelaku perbuatan mesum tersebut merupakan pasien Covid-19.

"Ini juga telah melanggar norma susila. Tentu ada dampak yang akan dihasilkan dari perbuatan tidak baik ini dan dapat berisiko menularkan virus," katanya.

Perbuatan mesum sesama jenis antara perawat dengan pasien Covid-19 ini diketahui dari cuitan akun twitter bernama @bottialter.

Dalam cuitan tersebut terdapat unggahan bukti chat dirinya telah berhubungan dengan salah satu tenaga medis di Wisma Atlet.

Cuitan itu pun viral dan menjadi pembicaraan di jagad maya.***

Jumat, 25 Desember 2020

Tidak Bawa Hasil Rapid Test Antigen, Ribuan Kendaraan Disuruh Putar Balik

Ribuan kendaraan wisatawan yang hendak berkunjung ke Puncak Bogor diputar balik di kawasan simpang Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor, Kamis (24/12/2020).

Jalan Tol

Para wisatawan ini diminta kembali karena tidak membawa hasil rapid test antigen .

Penerapan wajib membawa hasil rapid test antigen itu sesuai dengan seruan Bupati Bogor terhitung sejak 22 Desember 2020.

Langkah tersebut sebagai antisipasi penularan COVID-19 di kawasan Puncak, khususnya saat libur Natal dan tahun baru.

Berdasarkan pantauan, razia masker dan hasil rapid test antigen itu dilakukan di kawasan Simpang Gadog, sejak pukul 08.00 WIB. Razia yang digelar gabungan personel TNI-Polri, Satpol PP dan Pemkab Bogor itu menyasar para wisatawan yang menggunakan kendaraan roda empat.

Tak Bawa Hasil Rapid Test Antigen, Ribuan Kendaraan Wisatawan ke Puncak Bogor Putar Balik

Satu per satu kendaraan yang datang dari arah Jakarta menuju Puncak, dihentikan tepat di depan Masjid Harakatul Jannah, Gadog.

Hampir sebagian besar, para pengendara tak bisa menunjukan hasil rapid test antigen.

Bagi wisatawan yang tak bisa menunjukan hasil rapid test antigen diminta putar balik atau mengikuti rapid test antigen di Check Point Posko COVID-19 yang sudah disediakan di halaman parkir Masjid Harakatul Jannah.

Sementara itu, berdasarkan pantauan arus lalu lintas di kawasan Puncak, akibat adanya razia masker dan rapid test antigen membuat ribuan kendaraan mengantre sepanjang 2 kilometer.

"Ya mau bagaimana lagi kita sudah booking hotel dan ada rencana mau wisata sama keluarga ke Taman Safari. Tapi karena memang belum sempat periksa, mau nggak mau ikut rapid test antigen di sini," ungkap Rahman (45) warga Depok, Jawa Barat saat ditemui di sela-sela antrean posko COVID-19 Gadog.

Tak Bawa Hasil Rapid Test Antigen, Ribuan Kendaraan Wisatawan ke Puncak Bogor Putar Balik

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor Agus Ridhallah menegaskan, pihaknya tidak akan mentoleransi para wisatawan yang hendak berkunjung ke Puncak.

"Kita tindak tegas bagi mereka yang tak membawa hasil pemeriksaan rapid test antigen. Kalau mau lanjutkan ke Puncak, silakan ikut rapid test antigen di posko COVID-19," ujarnya.

Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat, jika memang hendak berwisata ke Puncak, dari rumah sudah dipersiapkan. "Tapi kalau mau pemeriksaan rapid test antigen silahkan disini (Posko COVID-19), tapi kalau di sini sebetulnya terbatas, jadi tidak semua boleh masuk mengikuti rapid test antigen di sini," ungkapnya.***ts

Kamis, 24 Desember 2020

Rapid Test Antigen di Rest Area KM 19 Tol Jakarta Cikampek, Tujuh Pemudik Reaktif

Sebanyak tujuh orang pemudik diketahui reaktif , setelah dilakukan rapid test antigen di rest area KM 19 Tol Jakarta Cikampek, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Kamis (24/12/2020).

“Ada tujuh orang yang reaktif Covid-19, langsung ditangani petugas,” kata Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Gatot Eddy Pramono di lokasi Operasi Lilin Jaya 2020 di Rest Area KM 19, Kamis (24/12/2020).

Menurut dia, pelaksanaan rapid test antigen di Res Area KM 19 Tol Jakarta - Cikampek telah dimulai sejak Rabu (23/12/2020) hingga berlanjut pada Kamis (24/12/2020). Untuk jumlah warga atau pemudik yang dites kemarin ada sebanyak 166 dan hari ini sebanyak 270 orang.

Dari hasil itu, kemarin dari 166 ada satu reaktif dan hari ini ada enam orang reaktif. Total hingga saat ini ada tujuh yang reaktif. ”Langsung ditangani dan selanjutnya diserahkan kepada pemerintah,” tegasnya.

Bagi warga yang hasilnya reaktif, kata dia, langsung diinformasikan kepada orang yang bersangkutan dan dilakukan tindaklanjut dari Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk dilakukan penanganan lanjutan.

"Jadi setelah diberitahukan ke bersangkutan, kemudian disampaikan untuk dilakukan tindaklanjut tes swab atau melakukan tindakan ke rumah sakit terdekat agar memastikan kesehatanya," ungkapnya.

Gatot menambahkan Polri bersama Polda Metro Jaya maupun polda seluruh Indonesia serentak melakukan kegiatan rapid test antigen di 70 rest area yang berada di jalan tol. Lalu juga dilakukan rapid test antigen di lokasi pelabuhan, bandara hingga perbatasan wilayah.

"Ini juga semua didukung dari TNI serta pemeritah daerah setempat. Sebagai upaya dalam meminimalisir penyebaran Corona saat libur natal dan tahun baru ini," paparnya.****

Senin, 21 Desember 2020

Buntut Aksi 1812, Polri Segera Panggil Korlap Demonstrasi

Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan pihaknya berencana memanggil Koordinator Lapangan atau Korlap Aksi 1812 yang berlangsung di Patung Kuda Arjuna Wijaya, Jakarta Pusat pada Jumat lalu.

Sebelumnya, polisi telah menangkap 455 orang yang tergabung dalam Aksi 1812.

"Nanti (kami panggil), saat ini kami masih penyelidikan. Ini kan baru naik tahap penyelidikan, nanti akan kami klarifikasi," ujar Yusri saat dihubungi, Ahad, 20 Desember 2020.

Habib Rizieq

Yusri tak menjelaskan mengenai detail waktu pemanggilan terhadap Korlap Aksi 1812 itu. Ia hanya memastikan pemanggilan untuk mengklarifikasi penyebab Korlap tetap nekat menggelar aksi di tengah pandemi Covid-19. Apa lagi, di saat pelaksanaan banyak peserta yang ditangkap karena membawa senjata tajam hingga narkoba.

"Kan enggak boleh berkerumunan, enggak boleh, dia penanggung jawabnya," kata Yusri.

Sebelumnya, Korlap Aksi 1812 Rijal Kobar mengatakan pihaknya siap bertanggug jawab atas kerumunan di aksi tersebut. Meskipun begitu, Rijal mengatakan sudah memberikan instruksi kepada massa untuk membubarkan diri saat polisi menyuruh aksi dihentikan.

"Sekitar pukul 14.00 WIB, saya minta ke kawan-kawan untuk mundur dan pulang ke rumahnya masing-masing," kata Rijal di Tanah Abang, Jakarta Pusat Jumat lalu.

Meskipun begitu, Rijal menyayangkan aksi aparat gabungan yang berupaya membubarkan massa 1812. Sebab menurut dia, pihaknya sudah secara legal mengadakan acara itu.

Pembubaran secara paksa juga membuatnya kewalahan mengontrol massa.

"Jadi saya harus bertanggung jawab, harus membubarkan massa, ya engga bisalah. Karena semuanya sudah terpecah," kata Rijal.****

Sepekan Dipenjara, Habib Rizieq Ternyata Sibuk Garap Ini.....

Pentolan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab dipastikan dalam kondisi baik setelah sepekan menjalani masa tahanan di Rutan Polda Metro Jaya. Rizieq bahkan dikabarkan tengah menyelesaikan sebuah tesis.

Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Bantuan Hukum DPP FPI Aziz Yanuar kepada Suara.com Minggu (20/12/2020).

Aziz memastikan kondisi Rizieq sejak ditahan pada Minggu (13/12) pekan lalu hingga kekinian dalam keadaan sehat.

"Alhamdulillah baik, masih berpuasa seperti biasa semuanya," kata Aziz.

Aziz lantas menyebut bahwa Habib Rizieq saat ini tengah menyelesaikan sebuah tesis. Hanya saja, Aziz mengklaim tidak mengetahui pasti tesis apa yang tengah dikerjakan oleh imam besar FPI tersebut.

"Iya sedang menyelesaikan tesisnya, tapi saya tidak tahu jelas soal apa," katanya.

Sepekan Dipenjara, Habib Rizieq Ternyata Sibuk Garap Tesis

Penyidik Subdit I Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya sebelumnya resmi menahan Rizieq selama 20 hari sejak Minggu (13/12) lalu. Rizieq ditahan usai diperiksa selama 13 jam sebagai tersangka dalam kasus dugaan pelangggaran protokol kesehatan dalam acara pernikahan putrinya, Syarifah Najwa Shihab.

Dalam kasus ini Rizieq dipersangkakan dengan Pasal 216 dan Pasal 160 KUHP tentang Penghasutan untuk Melakukan Kekerasan dan Tidak Menuruti Ketentuan Undang-Undang. Dia terancam hukuman maksimal enam tahun penjara.**

© Copyright 2019 Kabar Karawang | All Right Reserved
CLOSE ADS
CLOSE ADS