Banyak Kades Petahana Gugur Pilkades Saat Rekening Desa Sudah Gemuk, Ini Kata Apdesi !

Besarnya dana transfer desa yang mengguyur desa, tak selalu jadi jaminan pembangunannya mendapat perhatian khusus dari masyarakatnya. Rekening desa yang semakin gemuk lewat Pendapatan Asli Desa (PADes), Alokasi Dana Desa (ADD) Dana Desa (DD) Bantuan Gubernur (BanGub) hingga Dana Bagi Hasil PDRD, bisa jadi dari dari sekian alasan warga tak memilih lagi kades petahana. di Luar itu, faktor kejenuhan di pimpin incumben, hingga sikap dan perilaku pribadi sampai tata kelola pemerintahan desa yang dianggap tidak puas, menjadi indikator lain masyarakat desa menginginkan perubahan dalam momen Pilkades pada Minggu (21/3) kemarin.

Dalam keterangannya, Sekretaris Apdesi Karawang, Alex Sukardi mengatakan, banyak indikator yang memang membuat petahana gugur dalam konetastasi Pilkades, ia menyebut saklek seperti kemungkinan sang kades dianggap minim prestasi, persiapan yang kurang matang dan hanya Mengandalkan materi jelang pemilihan. Lebih dari itu, sebut Alex peran serta penjudi masih sangat kuat. "Bisa karena minim prestasi, dan hanya mengandalkan materi saat jelang hari H pencoblosan, " Katanya.


Disinggung soal tata kelola pemerintahan desa dan keuangannya yang dianggap tidak memuaskan warganya, Alex juga menyebut, itu menjadi salah satu indikator juga keterpilihan para petahana. Sebab, suka atau tidak suka, managemen pengelolaa  desa ikut mempengaruhi Opini Publik dalam menentukan pilihan, banyak objek pembangunan yang dirasakan kurang manfaatnya oleh masyarakat sehingga dipandang hanya menguntungkan pengelola sehingga ada rasa antipati pada incumben. "Ada rasa antipati dari warga, kalau objek pemangunan dirasa kurang manfaatnya oleh warga, " Pungkasnya. (Rd)
Posting Komentar