no fucking license
Bookmark

Ketua DPR Dorong Pemerintah Menstabilkan Harga Beras

 Ketua DPR RI Dr. (H.C) Puan Maharani mendorong Pemerintah untuk segera menstabilkan harga beras yang terus mengalami kenaikan hingga November 2023 ini. Ia menekankan, melonjaknya harga beras akan berdampak pada masyarakat kurang mampu.

Puan Maharani

 

"Pemerintah harus segera mengambil tindakan untuk menstabilkan harga beras. Jika dibiarkan hal ini akan berpengaruh kepada kondisi pemulihan ekonomi yang tengah dibangun masyarakat," papar Puan .

 

Kenaikan harga beras di awal bulan November 2023 ini terus menunjukkan angka tertinggi. Seperti di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta Timur, harga beras masih berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Kenaikan harga beras mencapai 10 persen dan membuat penjualan turun 50 persen.

 

Sementara itu, di Pasar Kejambon, Tegal, Jawa Tengah, harga beras di pasaran mencapai Rp 14 ribu hingga Rp15 ribu. Kenaikan harga beras juga menjadi pemicu kenaikan harga bahan makanan lainnya di pasaran.

 

Kenaikan harga beras di beberapa pasar tradisional memicu penjualan turun hingga 50 persen dan kenaikan harga bahan makanan lainnya di pasaran. Sehingga, perlu ada kebijakan konkret untuk mengintervensi persoalan tersebut.

Puan pun mengingatkan agar Pemerintah untuk segera menekan harga beras di pasaran. Jika dibiarkan terus menerus, ia menilai akan ada dampak terhadap harga bahan pokok lainnya. "Jika tidak segera distabilkan, harga-harga komoditas lainnya akan ikut berpengaruh naik dan semakin membebani masyarakat kita," ujar Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.

 

Kenaikan harga beras dalam beberapa bulan terakhir disebabkan terutama karena meningkatnya harga gabah di tingkat petani dampak fenomena El Nino yang membuat musim kemarau berkepanjangan. Selain itu juga dikarenakan menurunnya produksi pertanian.

 

Kemudian biaya produksi yang meningkat dalam beberapa tahun terakhir ikut mempengaruhi kenaikan harga beras. Puan menegaskan, perlu ada intervensi untuk mengatasi meroketnya harga beras yang hingga kini belum juga mereda. (*)

Posting Komentar

Posting Komentar

Close x