Kabar Karawang

Iklan

 Kabar Karawang
Senin, 08 Februari 2021, 17.15 WIB
Last Updated 2021-02-08T10:15:35Z
BMKGPERISTIWA

Empat Provinsi Ini Siaga Hujan Lebat, BMKG Sebut Kemungkinan Terjadi Banjir Bandang Akibat La Nina

Provinsi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah masuk dalam kategori siaga potensi hujan lebat dalam periode 8-9 Februari.

Menurut Badan Pusat Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan lebat tersebut dapat berdampak dengan terjadinya banjir atau bandang akibat fenomena La Nina.

Selain fenomena La Nina, terdapat pula faktor dinamika atmosfer lain yang mempengaruhi peningkatan intensitas curah hujan ekstrim di beberapa daerah di Indonesia.

Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG A. Fachri Radjab di Jakarta pada Senin, 8 Februari 2021.

“Ada faktor faktor dinamika atmosfer yang juga berpengaruh terhadap pertumbuhan awan hujan di Indonesia," katanya, dikutip dari Antara.

Menurutnya, BMKG sendiri telah memperingatkan masyarakat pada Oktober 2020 lalu tentang pengaruh La Nina terhadap musim hujan di Indonesia.

Fenomena tersebut masih terus berlangsung sampai saat ini dengan intensitas moderat yang mengakibatkan musim hujan di Indonesia menjadi lebih basah daripada tahun-tahun sebelumnya.

"Selain ada faktor-faktor dinamika atmosfer yang berpengaruh terhadap pertumbuhan awan hujan, saat ini masih terdeteksi monsun Asia kemudian adanya daerah-daerah pertemuan angin di atas wilayah Indonesia," katanya.

Dia mengandaikan fenomena pertemuan angin seperti kendaraan yang bertemu di perempatan jalan, yang dapat menimbulkan penumpukan.

Dengan terjadi pertemuan angin di atas Indonesia itu dan suhu semakin dingin maka akan terbentuk awan.

Daerah pertemuan muncul di Indonesia sendiri terjadi karena monsun Asia yang masuk ke selatan karena adanya daerah-daerah tekanan rendah di utara Australia.

"Itu makanya banyak terbentuk daerah pertemuan angin di atas wilayah Indonesia," kata Fachri Radjab.

Selain faktor global La Nina dan faktor regional yang menyebabkan daerah pertemuan angin, Fachri Rajab juga menjelaskan adanya faktor lokal.

Faktor lokal penyebab meningkatnya curah hujan ekstrim adalah stabilitas udara yang cenderung labil atau mudah terangkat yang dapat membentuk awan.

Proses konveksi awan tersebut, menurutnya, cukup kuat karena udara yang sedang dalam keadaan labil tersebut.

"Kombinasi tiga skala itu maka banyak terbentuk awan-awan hujan di Indonesia," ujar Fachri Rajab.

Selain empat provinsi yang masuk masuk dalam kategori siaga, BMKG juga mengkategorikan provinsi lain yang dalam kategori waspada.

Provinsi tersebut yaitu Bengkulu, Lampung, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Papua Barat dan Papua.

Menurut BMKG, Indonesia saat ini tengah memasuki periode puncak musim hujan yang membuat dapat terjadinya intensitas hujan bisa mencapai 100 milimeter dalam sehari, atau masuk dalam kategori hujan lebat dan ekstrem.

"Kita perkirakan periode puncak musim hujan masih akan berlangsung sampai akhir Februari hingga awal Maret nanti," kata Fachri Radjab.***

Baca Lainnya

X
X