Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

KABAR PILKADA

Oknum Kepala Desa Diduga Selewengkan BLT Warga Terdampak Corona

 Kabar Karawang
Senin, 06 Juli 2020, 00.45 WIB Last Updated 2020-07-21T15:15:56Z

Kasus dugaan penyalahgunaan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahap satu bagi warga terdampak corona virus disease (Covid-19), oleh oknum kepala desa Jagapura Kulon Kecamatan Gegesik Kabupaten Cirebon terus berlanjut.
Tokoh masyarakat setempat sudah melaporkan kasus tersebut, dengan tindakl anjutnya akan digelar audiensi warga, dengan kepala desa didampingi pihak DPRD dan pihak terkait lainnya.
"Kami sudah melaporkan kepihak lemba sosial Projo dengan langkahnya ditindaklanjuti menggelar audiensi, DPRD dalam agenda nanti akan memanggil kuwu yang bersangkutan, camat, dan juga inspektorat," kata tokoh masyarakat Syamsul Hidayat kepada Pikiran-Rakyat com Minggu 5 Juli 2020.
Setelah diadakan audiensi tambahnya, baru proses selanjutnya yakni akan melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian polresta cirebon.
Diberitakan sebelumnya kasus dugaan penyalahgunaan BLT tahap pertama ini, mencuat saat sedikitnya 500 warga yang seharusnya mendapatkan bantuan sama rata justru tidak memperolehnya, kondisi tersebut membuat warga yang belum mendapatkan mempertanyakan kepada pihak desa.
Tokoh masyarakat Desa Jagapura Kulon, Syamsul Hidayat mengatakan, pihaknya mewakili warga lainnya akan melaporkan kepala desa ke ranah hukum, sudah jelas dalam hal ini kepala desa melakukan penyelewengan dana.
Selain jumlahnya tidak sesuai dengan jumlah KK, kemudian uangnya juga tidak sesuai, dengan jumlah nominal dari dana desa. Jika kepala desa mau membagikan secara merata kepada warga yang belum dapat, maka akan aman tidak ada langkah kepada tahap pelaporan.
"Namun saat warga yang belum terbagi BLT mencoba menanyakan uang tersebut tidak ada, dengan dalih uang tersebut diperuntukkan untuk kegiatan lain, padahal sudah jelas BLT harus diterima bagi warga yang terdampak pandemi Covid-19, " ujarnya.
Syamsul menjelaskan kepala desa sebelumnya mencatat, jumlah KK di Desa Jagapura Kulon ada 2.081 KK dan 253 KK sebagai warga kategori miskin sudah menerima.
"Padahal sudah jelas bahwa untuk bantuan warga terdampak Covid-19 sendiri seharusnya terbagi merata, bantuan sendiri yang sudah diterima warga Rp150.000,- " kata Syamsul.
Syamsul menambahkan bahwa bantuan sendiri satu orang sebesar Rp600.000,- sisanya sendiri dari 150.000 uang tersebut akan dibagi rata kepada warga yang belum menerima.
"Namun sampai sekarang belum juga dibagikan oleh kuwu maupun perangkat desa, padahal sudah memasuki BLT tahap dua," tambahnya.
Ia menjelaskan saat warga datang meminta haknya, namun kepala desa berdalih uang tersebut uang sudah dipakai untuk keperluan kesehatan, posyandu dan lainnya.
"Dalam peraturannya sendiri bantuan untuk warga Covid-19, itu tidak boleh digunakan untuk kegiatan lain harus dibagikan untuk warga terdampak," katanya.***
Komentar

Tampilkan

  • Oknum Kepala Desa Diduga Selewengkan BLT Warga Terdampak Corona
  • 0

Terkini