Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

KABAR PILKADA

Ada Apa Ini...? Banyak Rumput Liar, Pembangunan Pasar Cilamaya Mangkrak 4 Bulan

 Kabar Karawang
Rabu, 01 Juli 2020, 16.23 WIB Last Updated 2020-07-01T09:23:11Z

Pembangunan Pasar Cilamaya yang sebelumnya bakal di sulap jadi pasar semi modern, seharusnya tuntas pada 19 Juli 2020 ini sebagaimana Perjanjian Kerjasama (PKS) antara Pemkab dengan Pengembang dari PT Barokah Putera Delapan (BPD). Namun, entah karena pandemi Covid-19 atau keuangan perusahaan yang mampet, revitalisasi pasar justru mangkrak hampir lima bulan terakhir. Tidak itu saja, semenjak tidak ada lagi aktivitas pekerjaan, 409 unit kios pedagang yang sudah di booking, juga terhenti setorannya gegara progres yang membuat para pedagang cemas.

"Pembangunan belum sampai 30 persen progresnya, tapi sudah berbulan - bulan belum ada aktivitas pekerja lagi di lokasi proyek. Pedagang menduga, keuangan pengembang sedang bermasalah, sehingga proyek dengan nilai investasi sekitar Rp46 Milyar itu, mangkrak, " Kata Ketua Ikatan Pedagang Pasar Cilamaya (IPPC) Karno kepada kabarkarawang.com Rabu (1/7).

Ia menambahkan, akibat progres yang mangkrak dengan kondisi material yang mulai di jejaki pohon dan rerumputan liar, pedagang yang sudah pesan 409 kios dengan kewajiban membayar DP 30 persen, juga memilih menghentikan setorannya sampai ada kejelasan dari Pengembang dan Pemkab soal pembangunan pasar ini. Pemkab, sebut Karno, adalah pihak yang bertanggungjawab soal keluarnya PKS dengan PT Barokah Putera Delapan (BPD), sehingga saat ada pembangunan yang mangkrak kali ini, Disperindag diharapkan hadir memberikan solusi. Karena, IPPC sebutnya, hanya membantu saja siapa investor pemenang tender dan pendataan kios setelah di tunjuk oleh Pemkab sejak awal. "Apakah sanggup dilanjut, atau take over dengan syarat mengamankan uang para pedagang yang sudah masuk? Ini harus di perjelas, " Katanya.

Saat ini, sebut Kirno, kios yang disediakan oleh PT BPD konon sewanya sudah diperpanjang sampai Juni 2021, itu merupakan kewajiban pengembang sebagaimana PKS. Namun, kondisi kios yang ada, justru tinggal sisa setengahnya karena musim pandemi ini membuat dampak ekonomi para pedagang semakin lesu. "Pemkab punya pengawasan, jadi mana selama ini pengawasannya ? Kan setiap bulan logikanya seharusnya ada laporan progres. Jadi kok bisa sampai mandeg begini? " Tanyanya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Suroto mengatakan, pembangunan pasar Cilamaya, diakuinya mangkrak karena dugaan kesulitan finansial. Lamanya, sekitar 3 bulanan sejak Pandemi Covid-19. Karenanya, atas dasar itu, pibaknua berencana melakukan pemanggilan kepada Direksi PT Barokah Putera Delapan untuk kelanjutannya. "Mangkrak tiga bulan karena kesulitan keuangan, kita rencanakan Minggu ini juga akan di panggil soal tindaklanjutnya, " Katanya.


Sementara itu, di konfirmasi terkait mangkraknya pembangunan, Direksi PT BPD Rahmat belum memberikan balasannya dan nomor yang digunakan bernada tidak aktif sampai berita ini di tulis***.
Komentar

Tampilkan

  • Ada Apa Ini...? Banyak Rumput Liar, Pembangunan Pasar Cilamaya Mangkrak 4 Bulan
  • 0

Terkini